This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 31 Desember 2016

Waktu shalat Dhuha

Pertanyaan:Assalamu’alaikum wr.wbUstadzAlhamdulillah selama ini saya rutin menjalankan sholat dhuha sebelum berangkat kerja. Setelah mandi pagi saya langsung wudhu dan segera menunaikan sholat dhuha (sholat dhuha yang saya laksanakan mulai dari jam 07.00 – 07.30) karena setelah jam tersebut saya harus segera berangkat ke kantor.Suatu waktu, saya dinasehati oleh seorang teman tentang waktu-waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat dan saya pun segera mencari info di internet . Ternyata dari info yang saya dapat “Jam 06.00 – 07.45 adalah WAKTU YANG DIHARAMKAN UNTUK SHOLAT” .Yang ingin saya tanyakan :1.Bagaimana dengan jadwal sholat dhuha pada kalender islam (kebanyakan) yang waktunya dimulai jam 06.18 ? apakah sholat dhuha tetap syah?2.Bagaimana jika cuaca mendung ? apa tidak masalah kita tetap sholatdhuha sesuai jadwal sholat pada kalender?Mohon segera penjelasan lengkapnya ustadz, (dan mohon di reply juga by e-mail ini) . Karena ini sudah beberapa hari saya tidak melaksanakan sholat dhuha karena “membingungkan” dan takut tidak syah. Terimakasih banyak .wassalamu’alaikum wr.wbDari: Wilda BSD-Tangerang SelatanJawaban:Wa alaikumus salamBismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,Secara bahasa “Dhuha” diambil dari kata ad-Dhahwu [arab: الضَّحْوُ] artinya siang hari yang mulai memanas. (Al-Ain, kata: ضحو). Allah berfirman:وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَى”Di surga kamu tidak akan menglami kehausan dan kepanasan karena sinar matahari”(QS. Thaha: 119).Kaitannya dengan makna bahasa kata dhuha, pada ayat di atas, Allah menyebutkan kenikmatan ketika di surga, salah satunya tidak kepanasan karena sinar matahari, yang itu diungkapkan dengan kata: [وَلَا تَضْحَى].Sedangkan menurut ulama ahli fiqh, Dhuha artinyaما بين ارتفاع الشمس إلى زوالها”Waktu ketika matahari mulai meninggi sampai datangnya zawal (tergelincirnyamatahari). (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 27/221).Waktu Mulainya Shalat DhuhaSebelumnya kita awali dengan hadis tentang waktu larangan shalat.Terdapat hadis yang menyebutkan waktu larangan untuk shalat.Dari Uqbah bin Amirradhiallahu anhudia berkata:ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليهوسلم يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيْهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيْهِنَّ مَوْتَانَا: حِيْنَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ، وَحِيْنَ يَقُوْمُ قَائِمُ الظَّهِيْرَةِ حَتَّى تَمِيْلَ الشَّمْسُ، وَحِيْنَ تَضَيَّف لِلْغُرُوْبِ حَتَّى تَغْرُبَ“Ada tiga waktu di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk melaksanakan shalat di tigawaktu tersebut atau menguburkan jenazah kami: [1] ketika matahari terbit sampai tinggi, [2] ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir dan [3] ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam.”(HR. Muslim no. 1926)Pada hadis di atas, ada dua waktu yangmengapit waktu dhuha:*.[1] Ketika matahari terbit sampai tinggi*.[2] Ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincirKetika matahari sudah terbit, mulai kapan shalat dhuha sudah boleh dilaksanakan?Apakah tepat setelah terbit, ataukah ditunggu sampai agak tinggi?Ulama berbeda pendapat mengenai waktu mulainya shalat dhuha. Sebagaian ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa waktu mulainya shalat dhuha adalah tepat setelah terbitnya matahari. Namun dianjurkan untuk menundanya sampai matahari setinggi tombak. Pendapat ini diriwayatkan An Nawawi dalam kitab Ar-Raudhah.Sebagian ulama syafi’iyah lainnya berpendapat bahwa shalat Dhuha dimulai ketika matahari sudah setinggi kurang lebih satu tombak. Pendapat ini ditegaskan oleh Ar Rofi’i dan Ibn Rif’ah.Demikian yang menjadi pendapat ImamAbu Syuja’ dalam matan At-Taqrib, ketika beliau menjelaskan waktu-waktu yang terlarang untuk shalat. Hal yang sama juga menjadi pendapat Imam Al-Albani. Beliau ditanya tentang berapakah jarak satu tombak. Beliau menjawab: “Satu tombak adalah 2 meter menurut standar ukuran sekarang.” (Mausu’ah Fiqhiyah Muyassarah, 2/167). Sebagian ulama’ menjelaskan, jika diukur dengan waktu maka matahari pada posisi setinggi satu tombak kurang lebih 15 menit setelah terbit.Waktu Akhir Shalat DhuhaBatas akhir waktu shalat dhuha adalah sebelum waktu larangan shalat, yaitu ketika bayangan tepat berada di atas benda, tidak condong ke timur atau ke barat. Untuk menentukan batas akhir waktu dhuha, anda bisa perhatikan bayangan benda. Selama bayangan benda masih condong ke arah barat, meskipun sedikit, berarti waktu dhuha masih ada. Kemudian ketika bayangan benda lurus dengan bendanya, tidak condong ke barat maupun ke timur, waktu shalat dhuha telah habis. Karena matahari persis berada di atas benda. Ada sebagian yang memberikan acuan, kurang lebih 15 menit sebelum masuk dzuhur.Cara Mudah Menentukan Batas Waktu Shalat DhuhaSaat ini banyak kalender yang dilengkapi jadwal shalat yang diterbitkan oleh Depag atau Tarjih Muhammadiyah, termasuk beberapa kampus islam.Anda bisa perhatikan, waktu terbit matahari dan waktu dzuhur.Batas awal waktu dhuha: waktu terbit matahari + 15 menitBatas akhir waktu dhuha: waktu dzuhur – 15 menit.Waktu Dhuha yang Paling afdhalWaktu yang paling utama untuk mengerjakan shalat Dhuha adalah ketika matahari sudah mulai panas (dekat dengan waktu berakhirnya Dhuha). Sebagaimana riwayat dari Al Qosim As Syaibani bahwasanya Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu melihat beberapa orang melakukan shalat Dhuha, kemudian Zaid mengatakan: “Andaikan mereka tahu bahwa shalat setelah waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Nabishallallahu ’alaihi wa sallambersabda,صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ”Shalat para Awwabin adalah ketika anak onta mulai kepanasan.”(HR. Muslim 748).Awwabin artinya orang yang suka kembali pada aturan Allah.Sebagian ulama mengatakan: “Shalat pada waktu ini dikaitkan dengan Awwabin karena umumnya pada waktu tersebut jiwa manusia condong untuk istirahat. Akan tetapi orang ini menggunakan waktu tersebut untuk melakukan ketaatan dan menyibukkan diri dengan melakukan shalat. Meninggalkan keinginan hati menuju ridlo Penciptanya.” (Faidhul Qadir, 4/216)Imam An-Nawawi mengatakan: ulama madzhab kami (syafi’iyah) mengatakan:“Waktu ketika matahari mulai panas adalah waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat dhuha, meskipun dibolehkan shalat sejak terbit matahari sampai menjelang tergelincirnya matahari. (Syarh Shahih Muslim, 6/30).Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Sumber:
https://konsultasisyariah.com/21925-waktu-sholat-dhuha.html?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C1032254153

Minggu, 04 Desember 2016

"Si Kebo SW" diopname

Si Kebo Skywave di Opname di BERES Jl. KH. Hasyim Ashari Ciledug, Tangerang.

Pulang dr Yoga, antar Ustadz Al-Hafidz trus Antar paket tuk anak-anak Yatim

Pulang dari antar orang abis Yoga dkt sekolah Al-Azhar Reni Jaya, Pamulang ke Perumahan Bukit Dago. Trus, dari Masjid Baiturrahman Perumahan Bukit Dago antar Ust. Aprian Al-Bali Al-Hafidz ke St. Rawa Buntu. Dari St. Rawa Buntu jalan sedikit. Antar paket untuk anak-anak Yatim dari TK. Ar-Raihan (Pusat), Perumahan Kencana Loka II ke TK. Ar-Raihan (Cabang) Perumahan BSI (Bukit Serpong Indah) di Gunung Sindur.

Selasa, 29 November 2016

Cinta Dunia dan Takut Mati

Semua tentu takut menghadapi kematian. Apalagi kita yakin bekal kita masih kurang untuk menghadapinya. Namun ada rasa takut akan kematian yang tercela dan ada pula yang tidak tercela. Yang tercela bila rasa takut tersebut didasari akan cinta yang berlebihan pada dunia sehingga melupakan akhirat.


Hadits “Suka Berjumpa dengan Allah”
Dalam hadits dari ‘Aisyah disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ ». فَقُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ أَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ فَكُلُّنَا نَكْرَهُ الْمَوْتَ فَقَالَ « لَيْسَ كَذَلِكِ وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا بُشِّرَ بِرَحْمَةِ اللَّهِ وَرِضْوَانِهِ وَجَنَّتِهِ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ فَأَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا بُشِّرَ بِعَذَابِ اللَّهِ وَسَخَطِهِ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ وَكَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ »
Barangsiapa suka berjumpa dengan Allah, Allah juga mencintai perjumpaan dengannya. Sebaliknya barangsiapa membenci perjumpaan dengan Allah, Allah juga membenci perjumpaan dengannya.” Kontan ‘Aisyah berkata, “Apakah yang dimaksud benci akan kematian, wahai Nabi Allah? Tentu kami semua takut akan kematian.” Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– lantas bersabda, “Bukan begitu maksudnya. Namun maksud yang benar, seorang mukmin jika diberi kabar gembira dengan rahmat, keridhoan serta surga-Nya, ia suka bertemu Allah, maka Allah pun suka berjumpa dengan-Nya. Sedangkan orang kafir, jika diberi kabar dengan siksa dan murka Allah, ia pun khawatir berjumpa dengan Allah, lantas Allah pun tidak suka berjumpa dengan-Nya.” (HR. Muslim no. 2685).
Para ulama menggolongkan takut akan kematian menjadi dua macam:
1- Takut yang tidak tercela, yaitu takut mati yang sifatnya tabi’at yang setiap orang memilikinya.
2- Takut yang tercela, yaitu takut mati yang menunjukkan tanda lemahnya iman. Takut seperti ini muncul karena terlalu cinta pada dunia dan tertipu dengan gemerlapnya dunia sehingga banyak memuaskan diri dengan kelezatan dan kesenangan tersebut. Inilah yang disebutkan dalam hadits dengan penyakit wahn, yaitu cinta dunia dan takut mati.
Hadits tentang penyakit wahn,
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud).
Cinta dunia dan takut mati di sini adalah dua hal yang saling melazimkan. Itu berarti jika seseorang tertipu dan terlalu cinta pada dunia, maka ia pun begitu khawatir pada kematian. Lihat pembahasan dalam ‘Aunul Ma’bud. Inilah yang membuat rasa takut terhadap kematian itu tercela.
Baca artikel “Sebab Lemahnya Kaum Muslimin“.
Mengingat Mati
Namun mengingat mati sebenarnya suatu yang dituntut pada setiap orang. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan” (HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258 dan Ahmad 2: 292. Hadits ini hasan shahih menurut Syaikh Al Albani). Yang dimaksud adalah kematian. Kematian disebut haadzim (pemutus) karena ia menjadi pemutus kelezatan dunia.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).
Kita juga dapat mengambil pelajaran dari ayat,
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk: 2). Dalam Tafsir Al Qurthubi disebutkan bahwa As Sudi berkata mengenai ayat ini, yang dimaksud orang yang paling baik amalnya adalah yang paling banyak mengingat kematian dan yang yang paling baik persiapannya menjelang kematian. Ia pun amat khawatir menghadapinya.
Faedah Mengingat Mati
1- Mengingat kematian adalah termasuk ibadah tersendiri, dengan mengingatnya saja seseorang telah mendapatkan ganjaran karena inilah yang diperintahkan oleh suri tauladan kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2- Mengingat kematian membantu kita dalam khusyu’ dalam shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اذكرِ الموتَ فى صلاتِك فإنَّ الرجلَ إذا ذكر الموتَ فى صلاتِهِ فَحَرِىٌّ أن يحسنَ صلاتَه وصلِّ صلاةَ رجلٍ لا يظن أنه يصلى صلاةً غيرَها وإياك وكلَّ أمرٍ يعتذرُ منه
Ingatlah kematian dalam shalatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan memperbagus shalatnya. Shalatlah seperti shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan shalat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (meralatnya) (karena tidak bisa memenuhinya).” (HR. Ad Dailami dalam musnad Al Firdaus. Hadits ini hasan sebagaimana kata Syaikh Al Albani)
3- Mengingat kematian menjadikan seseorang semakin mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah. Karena barangsiapa mengetahui bahwa ia akan menjadi mayit kelak, ia pasti akan berjumpa dengan Allah. Jika tahu bahwa ia akan berjumpa Allah kelak padahal ia akan ditanya tentang amalnya didunia, maka ia pasti akan mempersiapkan jawaban.
4- Mengingat kematian akan membuat seseorang memperbaiki hidupnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أكثروا ذكر هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه عليه
Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani).
5- Mengingat kematian membuat kita tidak berlaku zholim. Allah Ta’ala berfirman,
أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ
Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.” (QS. Al Muthoffifin: 4). Ayat ini dimaksudkan untuk orang-orang yang berlaku zholim dengan berbuat curang ketika menakar. Seandainya mereka tahu bahwa besok ada hari berbangkit dan akan dihisab satu per satu, tentu mereka tidak akan berbuat zholim seperti itu.
Lihat selengkapnya mengenai Faedah Mengingat Mati.
Nasehat Imam Ad Daqoq
Imam Qurthubi menyebutkan dalam At Tadzkiroh mengenai perkataan Ad Daqoq mengenai keutamaan seseorang yang banyak mengingat mati:
1- menyegerakan taubat
2- hati yang qona’ah (selalu merasa cukup)
3- semangat dalam ibadah
Sedangkan kebalikannya adalah orang yang melupakan kematian, maka ia terkena hukuman:
1- menunda-nunda taubat
2- tidak mau ridho dan merasa cukup terhadap apa yang Allah beri
3- bermalas-malasan dalam ibadah.
Semoga Allah menghindarkan kita dari penyakit cinta dunia dan takut mati.

Referensi:
Ahkamul Janaiz Fiqhu Tajhizul Mayyit, Kholid Hannuw, terbitan Dar Al ‘Alamiyah, cetakan pertama, 1432 H, hal. 9-13
Fatwa Islamweb.net


@ Danau Singkarak, Depok Timur, 22 Rajab 1434 H
Copy paste from Rumaysho
Print Friendly Version of this page

Minggu, 20 November 2016

Kajian rutin bapak-bapak Malam Jum'at MT. Nurul Yaqin

Pengisi: Ust. Abdurrahman Soleh
Tempat: Mushola Nurul Yaqin, Jl. H. Namu,

Pembahasan Fiqih,
"Syarat sah shalat"

Ada satu kalimat menarik yang penulis dengar, yang disampaikan oleh Ustadz.

Ketika membahas tentang aurat laki-laki dan perempuan.

Antara lain:
1. Aurat perempuan di dalam dan di luar shalat itu seluruh tubuhnya (makanya jangan heran kalau ada yang pakai cadar, jangan dikata macem2, ini itu, teroris, isis, dsb.) Beberapa ulama sepakat kecuali wajah dan telapak tangannya.

2. Aurat laki-laki di luar shalat dari pusar sampai lutut. Dan, di dalam shalat bagian tersebut tadi dan dianjurkan memakai pakaian yang bersih, suci dan rapih. Karena shalat itu menghadap Allah SWT.

3. Jangan hanya mengkoreksi aurat perempuan. INGAT, laki-laki juga punya aurat yang wajib dijaga. Jangan disepelekan. Contoh: disaat santai, olahraga, dst. Tetap WAJIB menutup aurat.

4. Bapak-bapak JANGAN RAGU dan JANGAN TAKUT mengingatkan istri agar menutup aurat dengan sempurna. Contoh: istri pergi kondangan memakai kebaya yang transparan dan atasan jilbab. TOLONG INGATKAN agar tidak memakai pakaian yang seperti itu. Karena percuma pakai atasan jilbab, tapi bajunya kebaya yang transparan dan ketat memperlihatkan lekuk tubuh. Tugas kita hanya menyampaikan saja, kalau istri menolak doakan kebaikan untuknya.

5. Jangan heran kalau pergi jalan-jalan kemana atau tempat perbelanjaan ketika melihat perempuan memakai jilbab panjang lebar, pakai atau tidak pakai cadar, memakai rok/ celana panjang dan kaos kaki. Intinya, auratnya ditutup secara sempurna. Dia berwudhu dan shalat tanpa memakai mukena. Shalatnya SAH. Karena memakai mukena itu BUKAN SYARAT SAH SHALAT. Syarat sah shalat itu MENUTUP AURAT dengan sempurna.

Demikian, sedikit yang bisa dipetik.
Semoga bermanfaat.

والله اعلم بالصوب

Donald Bebek Mundur 3 Langkah. 1,2,3.

Anak-anak di kelas sedang "demam" permainan yang satu ini.

Dan, juga sedang demam memainkan jari (telapak tangan) yang dibuat seakan-akan seperti helikopter.

Rabu, 16 November 2016

UBL Petukangan - Pondok Cina Depok

Semalam antar Bu Dosen Komunikasi UBL Petukangan pulang ke rumahnya di Pondok Cina, Depok.

Argo: Rp. 50.000,-

Dikasih: Rp. 56.000,-

الحمد لله رب العالمين

Selasa, 15 November 2016

Kuatkan, Mudahkan Yaa Rabb

Tersebab Engkau telah menentukan kehendak sesuai keinginan-Mu, Yaa Rabb.

Aku hanya berusaha dan berupaya melakukan semaksimal mungkin yg aku bisa. Sesuai kemampuanku. Tolong jangan cela aku atas apa yg tak bisa ku lakukan. Karena hanya Engkau yg bisa melakukannya, duhai Rabbii.

اللهم يسر ولا تعسر

ربنا تقبل منا انك انت السميع العليم وتب علينا انك انت التواب الرحيم

ربنا ظلمنا انفسنا وان لم تغفر لنا وترحمنا لنكوننا من الخاسرين

لا اله الا انت سبحانك اني كنت من الظالمين

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخير ة حسنة وقنا عذاب النار

Senin, 14 November 2016

Tak tahu tapi sok tahu (jalan)

Cerita passenger tonight. Katanya pernah muter-muter di jalan. Karena Drivernya gak tahu jalan, tapi sok tahu. Dan, Diam aja. Gak tanya. Cuma mengandalkan GPS yg suka ngaco, padahal.

Hikmah:

"Jika tidak tahu, bertanyalah. Jangan diam saja, apalagi sok tahu, pura-pura tahu. Akibatnya, menyusahkan diri sendiri dan orang lain".

Helm, Charger, Lebak Bulus > Pademangan

GrabExpress cuma antar paket berupa:

1. Helm (half face, kondisi tdk bagus)
2. Charger handphone

Argo: Rp. 58.000,- dikasih Rp. 60.000,-



Kamis, 03 November 2016

Jika Agamamu dihina dan kau hanya diam saja, gantilah bajumu dgn kain kafan

Jum'at, 4 November 2016 akan menjadi saksi sejarah ummat Islam di Indonesia. Kita tunggu nanti siang/sore/malam. Semoga Allah SWT menangkan Hizbullah dan Dia hancurkan Hizbus Syaithon. Aamiin.

Senin, 24 Oktober 2016

11 wpm - Call Him Farshad

11 wpm. Saya hanya menebak dan coba mengira2 saja. Mungkin maksud dari 11 wpm adalah 11 words per minutes. Alias 11 kata per menit. Entah benar atau tidak. Bagi Anda yg pakar di bidang pengetikan dgn komputer, silakan berkomentar. Apakah tulisan saya di atas itu benar?

Namanya Farshad. Saya sedang ingin menulis tentang murid saya yang satu ini. Yang akhir-akhir ini berhasil "mencuri" perhatian saya krn prestasi dan sikap nya yg OK enough tuk anak seusianya.

Entah saya yg telat mengetahui nya. Ataukah memang anak ini yg bagus adanya. Yang jelas ada perubahan yg signifikan dan hal-hal perubahan lainnya dalam akhir-akhir ini. Termasuk prestasi dan perilaku-perilakunya atau sikapnya. Terlihat menonjol hampir di semua bidang. Semua pelajaran. Tanpa terkecuali di pelajaran yg saya ajarkan. PKN dan SBdP.

Hari ini. Tepat nya di saat saya sedang mengetik tulisan ini. Baru saja Ia membuat heran dan kagum teman-teman, Ms. Lisa (teacher of computer) dan saya karena dia berhasil menyelesaikan latihan  mengetik komputer dengan waktu tercepat dan juara 1 menyelesaikan latihan mengetik dgn komputer. Yaa.. walaupun tidak bisa dipungkiri ketika cepat mengetik kemungkinan untuk salah dlm pengetikan pasti ada. Tapi, pencapaian dia hari ini cukup menonjol jika dibandingkan dgn teman-teman seusianya. Terutama teman-teman di kelas nya.

Terus semangat, Nak dan terus tingkatkan kemampuan mu. Semoga kelak di masa depan engkau Allah SWT izinkan menjadi pemimpin muda Islam yg menegakkan kalimat tauhid di bumi-Nya yg menjadi asbab kebahagiaan orang tuamu di dunia sampai ke surga. Aamiin.

Hakikat sebuah perubahan

Hari ini saya mendapati kawan, sahabat dan saudara seperjuangan yg ke sekian kali dalam hitungan saya, hanya bersua sejenak. Ya, hanya sebentar menurut perhitungan saya pribadi. Namun, akhirnya pun pergi. Berpisah. Entah kalimat tepatnya seperti apa. Dia yg pergi meninggalkan. Ataukah, saya yang ditinggal pergi. Yang jelas, ada satu kata disitu. Pergi. Ya, pergi.

Tak banyak kata yang ingin saya tuangkan disini. Hanya ingin sedikit menulis.

Kawanku yang satu ini pergi karena berniat ingin melakukan perubahan yang bermakna sesungguhnya dari kata "perubahan" itu sendiri.

Saya disini hanya ingin menyampaikan kebanggaan dan salut saya pada keputusan nya yang heroik dan luar biasa. Saya akui. Saya sendiri belum tentu bisa seperti dia. Aah.. apalah saya. Tak layak dan tak pantas. Tak dianjurkan pula membanding-bandingkan. Right?

Yang jelas saya salut dan bangga punya saudara seperjuangan seperti dia. Januar.

Tetap semangat, kawan. Semoga niat baikmu Allah SWT mudahkan, semakin sukses dan berjaya. Semoga setiap langkah mu ke depan Allah SWT turunkan keberkahan, peluh dan keluhmu pada-Nya tak akan sia-sia. Untaian doa dari setiap senyum semangat khas yang kau miliki, semakin membuat Dia ridhoi dan berkahi dirimu sekeluarga, Yaa Akhii. Aamiin Yaa Robb.

Minggu, 21 Februari 2016

REALITAS

Bismillah..

Mencoba menulis kembali setelah sekian tahun vakum di dunia blogger ini. Baik.. kali ini saya ingin membahas sedikit tentang REALITAS. Yups.. REALITAS. Apa itu REALITAS? Kenyataan. Kebenaran. Fakta yang terjadi. Keadaan yang sesungguhnya. Itulah pengertian REALITAS versi saya. Apakah anda setuju? boleh LIKE atau KOMEN. Monggo silakan..

Selasa, 12 Januari 2016

tes posting

tes posting