This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 14 Januari 2018

Lirik Nasyid Souhar - Muwahhidun Ana

Muwahhidun AnaAlbum : Derap KeadilanMunsyid : Shoutul Harokahhttp://liriknasyid.comChorus:مُوَحّدٌ انا ومُؤْمِنٌ بِالله{ Muwahhidun ana wa mu?minun billahالله خَالِقِي وَوَهِبُ الْحَيَاةAllahu khaaliqi wa waahibul hayaahx2مُوَحّدٌ انا ومُؤْمِنٌ بِاللهMuwahhidun ana wa mu?minun billah x2 }x2قَلْبِ بِنُورِ الله ?مُضِيءَةٌ خِطَاهQalbi bunuurillah ?mudhiiatun khitohوالرُّوحُ في إشْرَاق والفِكْرُ في الصَّلاةWar-ruuhu fi isyraq wal fikru fissolaahمُوَحّدٌ انا ومُؤْمِنٌ بِاللهMuwahhidun ana wa mu?minun billah x2CHORUSقَلْبِ بِذِكْرِ الله ?يَشْدُ وَمَدَى الْحَيَاهQalbi bizikrillah ?yasydu wa madal-hayaah x2دَقَاتُهُ تَقُول ألله ألله أللهDaqaatuhu taquul Allah Allah Allah x2مُوَحّدٌ انا ومُؤْمِنٌ بِاللهMuwahhidun ana wa mu?minuun billahCHORUSاَلْكَوْنُ كُلُّهُ ?لِلّه سَاجِدُAl-kaunu kullu ?lillahi saajidu x2وَالكُلُّ يُنْشِدُ الله وَاحِدWal-kullu yunsyidu Allahu waahiduCHORUSBertauhid AkuBertauhid aku dan beriman kepada AllahAllah Penciptaku dan pemberi kehidupanBertauhid aku dan beriman kepada AllahHatiku dengan cahaya AllahLangkahnya benderangJiwaku bersinarSedangkan fikiranku di dalam solatBertauhid aku dan beriman kepada AllahHatiku dengan zikurllahBersenandung sepanjang hayatDetak-detaknya mengatakan: Allah Allah AllahBertauhid aku dan beriman kepada AllahAlam semesta seluruhnyaKepada Allah menunduk sujudDan semuanya bersenandung: Allah yang SatuBertauhid aku dan beriman kepada AllahPengirim : alJabal

Senin, 05 Juni 2017

Menanti hasil sidang kompre

Saya lupa, foto ini antara sedang mendengarkan arahan atau pengumuman hasil sidang kompre dr kaprodi akuntansi s1 bpk Endang Ruhiyat, S.E, M.M. Tapi, kalau dilihat dari cahaya lampunya, ini sih pas pengumuman kayaknya. Udah mau Maghrib.

Kawan kompre dan sidang bareng

Mereka adalah Agus dan Yayan. Ada tmn kelas bimbingan kompre juga. Namanya, ga hafal. Hehe... Ada kawan sekelas yg kemarin waktu kuliah bareng, yaitu: Fadiah, Putra, Anri-Dewi, Lia-Mira. Ada juga Ariyadi temen sekelas Ak2 dulu.

Selasa, 21 Februari 2017

Komprehensif

Ini foto-foto terkait kompre Ahmad Fatoni NIM. 2011120268

Senin, 20 Februari 2017

Doa terkait hujan

1. Doa Ketika mendung dan langit diselimuti awan hitam

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا فِيْه

Allohumma innii a'uudzu bika min syarri maa fiihi

"Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan yang terkandung di dalam awan ini."
(HR. Bukhari)

2. Do'a Ketika Hujan Pertama Kali Turun

اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

Allohumma shoyyiban nafi’an

"Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat."
(HR. Bukhari)

3. Do'a Ketika Hujan Turun Dengan Sangat Lebat

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allohumma hawaalainaa wa laa ’alainaa. Allohumma ’alal aakaami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthuunil audiyati, wa manaabitisy syajari.

"Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, namun jangan untuk menghancurkan dan merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan."
( HR. Bukhari)

4. Do'a Ketika Angin Bertiup Kencang

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أرسلت بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أرسلت بِهِ.

Allohumma innii as aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bihi, wa a'uudzu bika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi.

“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan angin (ribut ini), dan kebaikan apa yang ada di dalamnya dan kebaikan dari tujuan angin itu dihembuskan. Dan Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan angin ini, dan kejahatan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan dari tujuan angin itu dihembuskan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Ketika Mendengar Petir

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِه

Subhaanalladzi yusabbihur ro'du bihamdihii wal malaaikatu min khiifatihi

“Maha Suci Allah yang halilintar/petir bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-Nya."

6. Ketika Hujan Berhenti

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

Muthirnaa bi fadhlillaahi wa rohmatihi.

“Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.” (Muttafaq 'alaih)

Sabtu, 31 Desember 2016

Waktu shalat Dhuha

Pertanyaan:Assalamu’alaikum wr.wbUstadzAlhamdulillah selama ini saya rutin menjalankan sholat dhuha sebelum berangkat kerja. Setelah mandi pagi saya langsung wudhu dan segera menunaikan sholat dhuha (sholat dhuha yang saya laksanakan mulai dari jam 07.00 – 07.30) karena setelah jam tersebut saya harus segera berangkat ke kantor.Suatu waktu, saya dinasehati oleh seorang teman tentang waktu-waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat dan saya pun segera mencari info di internet . Ternyata dari info yang saya dapat “Jam 06.00 – 07.45 adalah WAKTU YANG DIHARAMKAN UNTUK SHOLAT” .Yang ingin saya tanyakan :1.Bagaimana dengan jadwal sholat dhuha pada kalender islam (kebanyakan) yang waktunya dimulai jam 06.18 ? apakah sholat dhuha tetap syah?2.Bagaimana jika cuaca mendung ? apa tidak masalah kita tetap sholatdhuha sesuai jadwal sholat pada kalender?Mohon segera penjelasan lengkapnya ustadz, (dan mohon di reply juga by e-mail ini) . Karena ini sudah beberapa hari saya tidak melaksanakan sholat dhuha karena “membingungkan” dan takut tidak syah. Terimakasih banyak .wassalamu’alaikum wr.wbDari: Wilda BSD-Tangerang SelatanJawaban:Wa alaikumus salamBismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,Secara bahasa “Dhuha” diambil dari kata ad-Dhahwu [arab: الضَّحْوُ] artinya siang hari yang mulai memanas. (Al-Ain, kata: ضحو). Allah berfirman:وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَى”Di surga kamu tidak akan menglami kehausan dan kepanasan karena sinar matahari”(QS. Thaha: 119).Kaitannya dengan makna bahasa kata dhuha, pada ayat di atas, Allah menyebutkan kenikmatan ketika di surga, salah satunya tidak kepanasan karena sinar matahari, yang itu diungkapkan dengan kata: [وَلَا تَضْحَى].Sedangkan menurut ulama ahli fiqh, Dhuha artinyaما بين ارتفاع الشمس إلى زوالها”Waktu ketika matahari mulai meninggi sampai datangnya zawal (tergelincirnyamatahari). (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 27/221).Waktu Mulainya Shalat DhuhaSebelumnya kita awali dengan hadis tentang waktu larangan shalat.Terdapat hadis yang menyebutkan waktu larangan untuk shalat.Dari Uqbah bin Amirradhiallahu anhudia berkata:ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليهوسلم يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيْهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيْهِنَّ مَوْتَانَا: حِيْنَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ، وَحِيْنَ يَقُوْمُ قَائِمُ الظَّهِيْرَةِ حَتَّى تَمِيْلَ الشَّمْسُ، وَحِيْنَ تَضَيَّف لِلْغُرُوْبِ حَتَّى تَغْرُبَ“Ada tiga waktu di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk melaksanakan shalat di tigawaktu tersebut atau menguburkan jenazah kami: [1] ketika matahari terbit sampai tinggi, [2] ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir dan [3] ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam.”(HR. Muslim no. 1926)Pada hadis di atas, ada dua waktu yangmengapit waktu dhuha:*.[1] Ketika matahari terbit sampai tinggi*.[2] Ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincirKetika matahari sudah terbit, mulai kapan shalat dhuha sudah boleh dilaksanakan?Apakah tepat setelah terbit, ataukah ditunggu sampai agak tinggi?Ulama berbeda pendapat mengenai waktu mulainya shalat dhuha. Sebagaian ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa waktu mulainya shalat dhuha adalah tepat setelah terbitnya matahari. Namun dianjurkan untuk menundanya sampai matahari setinggi tombak. Pendapat ini diriwayatkan An Nawawi dalam kitab Ar-Raudhah.Sebagian ulama syafi’iyah lainnya berpendapat bahwa shalat Dhuha dimulai ketika matahari sudah setinggi kurang lebih satu tombak. Pendapat ini ditegaskan oleh Ar Rofi’i dan Ibn Rif’ah.Demikian yang menjadi pendapat ImamAbu Syuja’ dalam matan At-Taqrib, ketika beliau menjelaskan waktu-waktu yang terlarang untuk shalat. Hal yang sama juga menjadi pendapat Imam Al-Albani. Beliau ditanya tentang berapakah jarak satu tombak. Beliau menjawab: “Satu tombak adalah 2 meter menurut standar ukuran sekarang.” (Mausu’ah Fiqhiyah Muyassarah, 2/167). Sebagian ulama’ menjelaskan, jika diukur dengan waktu maka matahari pada posisi setinggi satu tombak kurang lebih 15 menit setelah terbit.Waktu Akhir Shalat DhuhaBatas akhir waktu shalat dhuha adalah sebelum waktu larangan shalat, yaitu ketika bayangan tepat berada di atas benda, tidak condong ke timur atau ke barat. Untuk menentukan batas akhir waktu dhuha, anda bisa perhatikan bayangan benda. Selama bayangan benda masih condong ke arah barat, meskipun sedikit, berarti waktu dhuha masih ada. Kemudian ketika bayangan benda lurus dengan bendanya, tidak condong ke barat maupun ke timur, waktu shalat dhuha telah habis. Karena matahari persis berada di atas benda. Ada sebagian yang memberikan acuan, kurang lebih 15 menit sebelum masuk dzuhur.Cara Mudah Menentukan Batas Waktu Shalat DhuhaSaat ini banyak kalender yang dilengkapi jadwal shalat yang diterbitkan oleh Depag atau Tarjih Muhammadiyah, termasuk beberapa kampus islam.Anda bisa perhatikan, waktu terbit matahari dan waktu dzuhur.Batas awal waktu dhuha: waktu terbit matahari + 15 menitBatas akhir waktu dhuha: waktu dzuhur – 15 menit.Waktu Dhuha yang Paling afdhalWaktu yang paling utama untuk mengerjakan shalat Dhuha adalah ketika matahari sudah mulai panas (dekat dengan waktu berakhirnya Dhuha). Sebagaimana riwayat dari Al Qosim As Syaibani bahwasanya Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu melihat beberapa orang melakukan shalat Dhuha, kemudian Zaid mengatakan: “Andaikan mereka tahu bahwa shalat setelah waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Nabishallallahu ’alaihi wa sallambersabda,صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ”Shalat para Awwabin adalah ketika anak onta mulai kepanasan.”(HR. Muslim 748).Awwabin artinya orang yang suka kembali pada aturan Allah.Sebagian ulama mengatakan: “Shalat pada waktu ini dikaitkan dengan Awwabin karena umumnya pada waktu tersebut jiwa manusia condong untuk istirahat. Akan tetapi orang ini menggunakan waktu tersebut untuk melakukan ketaatan dan menyibukkan diri dengan melakukan shalat. Meninggalkan keinginan hati menuju ridlo Penciptanya.” (Faidhul Qadir, 4/216)Imam An-Nawawi mengatakan: ulama madzhab kami (syafi’iyah) mengatakan:“Waktu ketika matahari mulai panas adalah waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat dhuha, meskipun dibolehkan shalat sejak terbit matahari sampai menjelang tergelincirnya matahari. (Syarh Shahih Muslim, 6/30).Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Sumber:
https://konsultasisyariah.com/21925-waktu-sholat-dhuha.html?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C1032254153

Minggu, 04 Desember 2016

"Si Kebo SW" diopname

Si Kebo Skywave di Opname di BERES Jl. KH. Hasyim Ashari Ciledug, Tangerang.