Senin, 24 Oktober 2016

Hakikat sebuah perubahan

Hari ini saya mendapati kawan, sahabat dan saudara seperjuangan yg ke sekian kali dalam hitungan saya, hanya bersua sejenak. Ya, hanya sebentar menurut perhitungan saya pribadi. Namun, akhirnya pun pergi. Berpisah. Entah kalimat tepatnya seperti apa. Dia yg pergi meninggalkan. Ataukah, saya yang ditinggal pergi. Yang jelas, ada satu kata disitu. Pergi. Ya, pergi.

Tak banyak kata yang ingin saya tuangkan disini. Hanya ingin sedikit menulis.

Kawanku yang satu ini pergi karena berniat ingin melakukan perubahan yang bermakna sesungguhnya dari kata "perubahan" itu sendiri.

Saya disini hanya ingin menyampaikan kebanggaan dan salut saya pada keputusan nya yang heroik dan luar biasa. Saya akui. Saya sendiri belum tentu bisa seperti dia. Aah.. apalah saya. Tak layak dan tak pantas. Tak dianjurkan pula membanding-bandingkan. Right?

Yang jelas saya salut dan bangga punya saudara seperjuangan seperti dia. Januar.

Tetap semangat, kawan. Semoga niat baikmu Allah SWT mudahkan, semakin sukses dan berjaya. Semoga setiap langkah mu ke depan Allah SWT turunkan keberkahan, peluh dan keluhmu pada-Nya tak akan sia-sia. Untaian doa dari setiap senyum semangat khas yang kau miliki, semakin membuat Dia ridhoi dan berkahi dirimu sekeluarga, Yaa Akhii. Aamiin Yaa Robb.

0 komentar:

Posting Komentar